Inilah Obat-Obatan Sehari-Hari yang Dapat Mengancam Kesehatan Ginjal Anda

gudangmovies21 - Obat-obatan biasa yang sering diminum setiap hari untuk menangani bermacam-macam penyakit bisa jadi merusak kerja ginjal.

Dikutip dari laman RSUD Sardjito , ginjal bertugas memfilter sisa-sisa metabolisme yang ada di dalam darah serta mengeluarkan cairan ekstra dari tubuh. Produk pemurnian ini kemudian dikeluarkan sebagai urin.

Fungsi ginjal tersebut bisa terpengaruh karena adanya paparan racun dari obat-obatan atau penggunaan narkoba secara berlebihan tanpa petunjuk medis yang tepat.

Pada saat bersamaan, ada beberapa jenis perawatan yang melibatkan obat-obatan sehari-hari yang sering digunakan oleh manusia dan bisa jadi membahayakan kesehatan ginjal apabila tidak dikerjakan secara tepat.

Berikutnya, apakah ada jenis obat biasa yang dapat mengancam kesehatan ginjal?

Obat-obatan yang berpotensi merusak ginjal

Obat-obatan seperti antibiotik, pengontrol tekanan darah, serta suplemen yang sering diminum setiap hari dapat membahayakan fungsi ginjal.

Penduduk di usia 60 tahun dan lebih tua atau individu dengan riwayat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, serta radang ginjal memiliki risiko meningkat terhadap masalah pada organ ginjal disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu.

Bahkan penelitian telah menunjukkan bahwa 20 persen kasus penyakit ginjal dikarenakan oleh obat-obatan yang diresepkan atau pun obat bebas.

Berikut beberapa jenis obat yang umum dijumpai setiap hari tetapi bisa membahayakan kinerja ginjal:

1. Obat antiinflamasi (NSAID)

Dilansir dari Healthline (6/4/2023) Obat anti-inflamasi yang dipakai untuk meredakan rasa sakit dan peradangan dapat menyebabkan gangguan pada organ ginjal apabila dikonsumsi secara berkelanjutan.

Obat anti-inflamasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah aspirin, ibuprofen, serta naproxen. Penggunaannya harus dihindari untuk dikonsumsi secara rutin setiap harinya tanpa mendapatkan nasihat dari profesional medis terlebih dahulu.

2. Antibiotik

Obat seperti penisilin dan sefalosporin diminum untuk mengatasi infeksi yang dipicu oleh bakteria. Penggunaan obat-obatan tersebut perlu dilakukan sesuai dengan anjuran dari dokter.

Namun, banyak pasien yang tidak menghabiskan antibiotik yang diberikan dokter. Tindakan ini membuat pengobatan infeksi tidak efektif dan bisa menyebabkan masalah ginjal akut.

3. Proton Pump Inhibitor (PPI)

PPI adalah obat antasida yang membantu meminimalkan keluhan di perut. Obat ini dipergunakan untuk menangani gangguan pencernaan, contohnya luka pada lambung, sindrom refluks gastroesofageal (GERD), serta infeksi bakteria. Helicobacter pylori . Beberapa contohnya termasuk omeprazole dan lansoprazole.

Mengonsumsi obat-obatan untuk masalah perut dalam waktu lama dan dengan dosis besar tanpa henti dapat menambah peluang mengidap gangguan pada organ ginjal.

4. Obat tekanan darah

Obat untuk menormalkan tekanan darah seperti penghambat enzim konversi angiotensin (ACEI) dan bloker reseptor angiotensin II (ARB) dapat membantu mengontrol tekanan darah sambil juga memperkecil peluang terjadinya stroke dan gangguan jantung serta pembuluh darah lainnya.

Beberapa obat ACEI yang sering ditemui di pasaran mencakup benazepril/lotensin, enalapril, serta lisinopril. Sedangkan untuk golongan obat ARB terdapat azilsartan, candesartan, dan irbesartan.

Pasien tekan darah tinggi yang sedang mendapatkan perawatan menggunakan obat-obatan itu dilarang untuk menghentikan konsumsi tanpa petunjuk dari dokter. Akan tetapi, obat-obatan ini bisa mempengaruhi fungsi ginjal.

5. Suplemen herbal

Beberapa tipe suplemen bisa berdampak pada kinerja ginjal. Ancaman utamanya adalah bagi mereka yang mengkonsumsi suplemen herbal seiring dengan obat-obatan resep atau obat non-resep.

Sebagai contoh, obat dari Cina yang memiliki kandungan asam aristolochic sering kali dihubung-hubungkan dengan masalah kerusakan ginjal jangka panjang. Meskipun demikian, suplemen alami tersebut digunakan untuk meredakan gejala peradangan persendian, rasa sakit saat menstruasi, serta membantu menurunkan berat badan.

Agar menghindari potensi masalah itu, sebaiknya bicarakan dengan profesional medis. Selain itu, perhatian juga pada pola makan serta cara hidup Anda agar tak memperburuk kondisi organ ginjal.

6. Obat psikiatris

Obat yang dianjurkan oleh dokter untuk menangani kondisi kesehatan jiwa bisa jadi memicu gangguan pada organ ginjal. Contohnya adalah obat seperti prozac atau fluoxetine yang digunakan sebagai penghambat penyerapan serotonin dalam tubuh.

Obat untuk menenangkan emosi seperti litium dan amitriptyline juga bisa merusak kesehatan ginjal.

Karena obat tersebut dapat merusak otot, sehingga memicu pelepasan mioglobin ke peredaran darah. Hal ini membuat ginjal berusaha menyaring mioglobin dan akhirnya mengalami kerusakan sebagai konsekuensinya.

7. Obat diuretik

Dilansir dari WebMD (10/11/2024) Obat diuretik digunakan untuk menanganinya tekanan darah tinggi serta berbagai macam pembesaran jaringan tubuh. Ramuan ini membantu dalam pengeluaran kelebihan fluida dari dalam tubuh.

Meskipun demikian, obat-obatan ini memiliki risiko menyebabkan dehidrasi pada tubuh. Hal ini tentunya memberikan dampak negatif terhadap kesehatan ginjal.

Berikut beberapa contoh obat diuretik seperti torsemide, furosemide, bumetanide, serta ethacrynic acid.

8. Obat pencahar

Obat-obatan pengurai tinja yang tersedia over-the-counter atau diberikan oleh dokter bisa menyebabkan pembentukan batu pada ginjal. Kondisi ini berpotensi menghancurkan organ penting tersebut atau memicu kegagalan ginjal.

Ketentuan ini khususnya berlaku untuk obat-obatan yang memiliki kandungan natrium fosfat oral atauOSP.

Agar terhindari dari kemungkinan komplikasi pada organ ginjal karena obat-obatan yang diminum, patuhilah petunjuk pemakaian serta hindarkan diri Anda untuk menggunakan obat itu secara berkepanjangan.

Pengguna obat terpilih harus menyelesaikan semua resep medis dari profesional kesehatan bahkan jika mereka merasakan perbaikan dalam keadaannya.

Orang lanjut usia yang memiliki penyakit atau kondisi kesehatan khusus juga perlu berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi obat resep atau obat merek.

Pastikan pula untuk tetap terhidrasi, makan makanan rendah garam, perbanyak buah dan sayuran, serta berolahraga setiap hari untuk mengurangi risiko cedera ginjal.

Comments

Popular posts from this blog

Paradise Islands Offer Citizenship for Less Than £36,000

Australian Grand Prix Fences Go Black for Clever Reason

Bill Passes Just Hours Before Deadline, Averts Shutdown and Defeats Filibuster