Laris Mulai Desa Hingga Kota, OM Lorenza Tolak Kenaikan Tarif Meski Gempar
Laporan Jurnalis 5.180.24.3, Ahmad Syarifudin
5.180.24.3, SOLO - Sejak viral beberapa waktu belakangan, OM Lorenza tak pernah sepi job manggung.
Bahkan, pemilik OM Lorenza Murjiyanto mengungkapkan ia bisa menerima job manggung dua kali dalam satu hari.
Selama satu bulan terakhir, pementasan oleh OM Lorenza nyaris tidak pernah berhenti.
Walaupun sering dimintai untuk manggung, tetapi orkes asal Sukoharjo ini menolak untuk mengambil keuntungan dari kondisi tersebut.
Tetapi, dia tidak berniat meningkatkan tarifnya.
“Ia percaya bahwa rezki sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa," katanya ketika ditemui di Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, beberapa waktu lalu.
Saat ini dia sering mendapatkan tawaran pertunjukan di wilayah Soloraya.
Sementara tetap dekat dengan lokasinya, dia dapat menangani 2 pertunjukan dalam satu hari.
"Masih sangat sibuk. Sepanjang bulan April tak ada hentinya. Sangat banyak aktivitas. Kadang dalam satu hari saya harus mengunjungi dua lokasi. Ini hanya mungkin jika lokasinya dekat," ungkapnya.
Asal Usul Fenomena OM Lorenza, Keberuntungan Tidak Ditunggu Karena Menganggur Selama Pandemi Covid-19
Biaya untuk setiap pertunjukan mereka saat ini kurang lebih adalah Rp 6,5 juta.
Biaya ini dialokasikan untuk membayar upah 19 anggota tim dan kru, termasuk sang penyanyi utama.
"Lorenza tidak mempersulit. Tarifnya jika di wilayah Soloraya berkisar antara Rp 5,5 sampai dengan Rp 6,5 juta," jelasnya.
Murjiyanto dengan tegas menasihati para seniman agar tidak mendemonstrasikan adegan mesum.
Dia berharap orkestra tersebut secara khusus menyajikan musik yang menenangkan telinga.
"Untuk bagian vokalnya, saya tegaskan bahwa harus dihindari bersifatpornoaksi. Sudah ada pula para penyanyi yang berusaha mencapai popularitas dengan gerakan-gerakan seksual semacam itu. Nasib baik telah ditentukan oleh Tuhan; jika diberikan lebih banyak rezki, hasilnya pun akan bertambah," terangnya.
(*)
Comments
Post a Comment