Mendag Budi Santoso Ungkap Skandal Penipuan SPBU di Sentul Bogor
BOGOR, 5.180.24.3 - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bersama dengan Bareskrim Polri mer uncovered penipuan yang dilakukan oleh satu SPBU di Jalan Alternatif Sentul, Bogor, Jawa Barat pada hari Rabu, 19 Maret 2025.
Budi Santoso secara langsung ditemani oleh perwakilan dari Pertamina untuk mengecek pompa dan mesin dispenser di SPBU setelah dilakukan modifikasi.
"Hari ini Rabu memberikan paparan tentang penipuan dan pelanggaran yang terjadi di SPBU di Kabupaten Bogor," kata Budi di tempat tersebut.
Temuan tersebut bermula dari keluhan warga yang selanjutnya diikuti oleh tindakan Polri dan penyelidikan lebih lanjut bersama pemerintah.
Kecurangan yang dilakukan oleh petugas SPBU di Kabupaten Bogor telah terungkap.
Caranya dengan memperkurang jumlah isiannya saat memberikan bensin kepada konsumen atau masyarakat.
Petugas itu berbuat curang dengan menggunakan alat teknologi yang disembunyikan di dalam kamar.
"Tindakan curang yang dilakukan adalah dengan menginstal perangkat elektronik berbentuk baru sehingga kurang terlihat. Perangkat tersebut dipasang pada kabel yang tersambung ke pompa ukur lalu ditarik ke dalam ruangan melalui sistem remote," jelasnya.
Maka, penurunan tersebut dapat dicapai melalui sistem jarak jauh yang dioperasikan secara tepat. handphone , jadi ada aplikasi yang bisa difungsikan kapan takaran ini berkurang," tuturnya.
Dengan perangkat elektronik tersebut, takaran bensin rata-rata berkurang 750 mililiter per 20 liter sehingga konsumen atau masyarakat dirugikan.
Akibat dari tindakan curang tersebut, sang pelaku yang berperan sebagai petugas SPBU berhasil mengumpulkan laba sebesar Rp 3,4 miliar setiap tahunnya.
"SPBU ini kita amankan, sudah tidak dapat beroperasi lagi, dan akan ditangani lebih lanjut oleh Polri," jelasnya.
"Saya menyarankan para pemilik stasiun pengisian bahan bakar untuk memastikan bahwa takarnya, ukurannya, serta alat penakernya sesuai standar dan diminta supaya tidak melanjutkan tindakan semacam itu lagi sebab hal tersebut merugikan publik," katanya.
"Pengguna dan otoritas akan mengambil langkah keras terhadap setiap kecurangan yang dilakukan para pebisnis," ujarnya.
Comments
Post a Comment